http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Kasus Aktor Tampan Jefri Nichol Segera ke Pengadilan

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Selatan telah melimpahkan berkas perkara aktor muda, Jefri Nichol, ke Kejaksaan. Berkas perkara tersebut pun telah dinyatakan lengkap atau P21.

Polisi melimpahkan tersangka, Jefri Nichol, beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan. Kasie Intel Kejari Jakarta Selatan, Tri Anggoro mengatakan, berkas perkara itu telah dinyatakan lengkap pada Rabu (21/8/2019).

"Untuk tahap duanya, yakni tersangka dan barang bukti telah dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan, pada Kamis, 22 Agustus kemarin," ujar Tri ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (23/8/2019).

Nantinya, Jefri tidak akan ditahan di dalam rumah tahanan (rutan) selama proses hukum yang dijalaninya berlangsung. Melainkan, akan tetap dikembalikan ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur, untuk melanjutkam proses rehabilitasinya.

"Jaksa di Kejari Jakarta Selatan paling lama 7 hari ke depan akan segera melakukan pelimpahan berkas perkara ke PN Jakarta Selatan untuk masuk proses penuntutan," tandas Tri.

Seperti diketahui, Jefri Nichol ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Selatan ketika polisi tengah melakukan patroli pada Senin (22/7/2019) malam. Begitu di kawasan Santa, Jakarta Selatan, polisi mencurigai seseorang, yakni Jefri.

Selanjutnya, polisi pun melakukan interogasi untuk mendapati informasi lebih lanjut. Setelah diinterogasi, polisi pun melakukan penggeledahan di kediaman Jefri di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Di kediaman Jefri, polisi menemukan barang bukti berupa ganja seberat 6.01 gram.

Tak hanya menemukan barang bukti berupa ganja, polisi juga telah melakukan tes urine, di mana hasilnya menunjukkan kalau Jefri positif mengkonsumi narkoba.

Atas perbuatannya, Jefri disangkakan pasal 111 ayat 1, pasal 127 ayat1(a) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Firda/win)



Sumber: Poskotanews.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...